Perkawinan Adat Aceh

Upacara Perkawinan Adat Aceh

IMG_5698 adat-pernikahan-aceh-2

Tahapan Melamar (Ba Ranub)

Untuk mencarikan jodoh bagi anak lelaki yang sudah dianggap dewasa maka pihak keluarga akan mengirim seorang yang bijak dalam berbicara (disebut theulangke) untuk mengurusi perjodohan ini. Jika theulangke telah mendapatkan gadis yang dimaksud maka terlabih dahulu dia akan meninjau status sang gadis. Jika belum ada yang punya, maka dia akan menyampaikan maksud melamar gadis itu.

Pada hari yang telah di sepakati datanglah rombongan orang2 yang dituakan dari pihak pria ke rumah orang tua gadis dengan membawa sirih sebagai penguat ikatan berikut isinya seperti gambe, pineung reuk, gapu, cengkih, pisang raja, kain atau baju serta penganan khas Aceh. Setelah acara lamaran iini selesai, pihak pria akan mohon pamit untuk pulang dan keluarga pihak wanita meminta waktu untuk bermusyawarah dengan anak gadisnya mengenai diterima-tidaknya lamaran tersebut.

Tahapan Pertunangan (Jakba Tanda)

Bila lamaran diterima, keluarga pihak pria akan datang kembali untuk melakukan peukeong haba yaitu membicarakan kapan hari perkawinan akan dilangsungkan, termasuk menetapkan berapa besar uang mahar (disebut jeunamee) yang diminta dan beberapa banyak tamu yang akan diundang. Biasanya pada acara ini sekaligus diadakan upacara pertunangan (disebut jakba tanda)

acara ini pihak pria akan mengantarkan berbagai makanan khas daerah Aceh, buleukat kuneeng dengan tumphou, aneka buah-buahan, seperangkat pakaian wanita dan perhiasan yang disesuaikan dengan kemampuan keluarga pria. Namun bila ikatan ini putus ditengah jalan yang disebabkan oleh pihak pria yang memutuskan maka tanda emas tersebut akan dianggap hilang. Tetapi kalau penyebabnya adalah pihak wanita maka tanda emas tersebut harus dikembalikan sebesar dua kali lipat.

Persiapan Menjelang Perkawinan

Seminggu menjelang akad nikah, masyarakat aceh secara bergotong royong akan mempersiapkan acara pesta perkawinan. Mereka memulainya dengan membuat tenda serta membawa berbagai perlengkapan atau peralatan yang nantinya dipakai pada saat upacara perkawinan. Adapun calon pengantin wanita sebelumnya akan menjalani ritual perawatan tubuh dan wajah serta melakukan tradisi pingitan. Selam masa persiapan ini pula, sang gadis akan dibimbing mengenai cara hidup berumah tangga serta diingatkan agar tekun mengaji.

Selain itu akan dialksanakan tradisi potong gigi (disebut gohgigu) yang bertujuan untuk meratakan gigi dengancara dikikir. Agar gigi sang calon pengantin terlihat kuat akan digunakan tempurung batok kelapa yang dibakar lalu cairan hitam yang keluar dari batok tersebut ditempelkan pada bagian gigi. Setelah itu calon pengantin melanjutkan dengan perawatan luluran dan mandi uap.

adat-pernikahan-aceh

Selain tradisi merawat tubuh, calon pengantin wanita akan melakukan upacara kruet andam yaitu mengerit anak rambut atau bulu-bulu halus yang tumbuh agar tampak lebih bersih lalu dilanjutkan dengan pemakaian daun pacar (disebut bohgaca) yang akan menghiasi kedua tangan calon pengantin. Daun pacar ini akan dipakaikan beberapa kali sampai menghasilkan warna merah yang terlihat alami.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan mengadakan pengajian dan khataman AlQuran oleh calon pengantin wanita yang selanjutnya disebut calon dara baro (CBD).Sesudahnya, dengan pakaian khusus, CBD mempersiapkan dirinya untuk melakukan acara siraman (disebut seumano pucok) dan didudukan pad asebuah tikaduk meukasap.

Dalam acara ini akan terlihat beberapa orang ibu akan mengelilingi CBD sambil menari-nari dan membawa syair yang bertujuan untuk memberikan nasihat kepada CBD. Pada saat upacara siraman berlangsung, CBD akan langsung disambut lalu dipangku oleh nye’wanya atau saudara perempuan dari pihak orang tuanya. Kemudian satu persatu anggota keluarga yang dituakan akan memberikan air siraman yang telah diberikan beberapa jenis bunga-bungaan tertentu dan ditempatkan pada meundam atau wadah yang telah dilapisi dengan kain warna berbeda-beda yang disesuaikan dengan silsilah keluarga.

Upacara Akad Nikah dan Antar Linto

Pada hari H yang telah ditentukan, akan dilakukan secara antar linto (mengantar pengantin pria). Namun sebelum berangkat kerumah keluarga CBD, calon pengantin pria yang disebut calon linto baro(CLB) menyempatkan diri untuk terlebih dahulu meminta ijin dan memohon doa restu pada orang tuanya. Setelah itu CLB disertai rombongan pergi untuk melaksanakan akad nikah sambil membawa mas kawin yang diminta dan seperangkat alat solat serta bingkisan yang diperuntukan bagi CDB.

Sementara itu sambil menunggu rombongan CLB tiba hingga acara ijab Kabul selesai dilakukan, CDB hanya diperbolehkan menunggu di kamarnya. Selain itu juga hanya orangtua serta kerabat dekat saja yang akan menerima rombongan CLB. Saat akad nikah berlangsung, ibu dari pengantin pria tidak diperkenankan hadir tetapi dengan berubahnya waktu kebiasaan ini dihilangkan sehingga ibu pengantin pria bisa hadir saat ijab kabul. Keberadaan sang ibu juga diharapkan saat menghadiri acara jamuan besan yang akan diadakan oleh pihak keluarga wanita.

Setelah ijab kabul selesai dilaksanakan, keluarga CLB akan menyerahkan jeunamee yaitu mas kawin berupa sekapur sirih, seperangkat kain adat dan paun yakni uang emas kuno seberat 100 gram. Setelah itu dilakukan acara menjamu besan dan seleunbu linto/dara baro yakin acara suap-suapan di antara kedua pengantin. Makna dari acara ini adalah agar keduanya dapat seiring sejalan ketika menjalani biduk rumah tangga.

Upacara Peusijeuk

Yaitu dengan melakukan upacara tepung tawar, memberi dan menerima restu dengan cara memerciki pengantin dengan air yang keluar dari daun seunikeuk, akar naleung sambo, maneekmano, onseukee pulut, ongaca dan lain sebagainya minimal harus ada tiga yang pakai. Acara ini dilakukan oleh beberapa orang yang dituakan(sesepuh) sekurangnya lima orang.

Tetapi saat ini bagi masyarakat Aceh kebanyakan ada anggapan bahwa acara ini tidak perlu dilakukan lagi karena dikhawatirkan dicap meniru kebudayaan Hindu. Tetapi dikalangan ureungchik (orang yang sudah tua dan sepuh) budaya seperti ini merupakan tata cara adat yang mutlak dilaksanakan dalam upacara perkawinan. Namun kesemuanya tentu akan berpulang lagi kepada pihak keluarga selaku pihak penyelenggara, apakah tradisi seperti ini masih perlu dilestarikan atau tidak kepada generasi seterusnya.

Adat Pernikahan Aceh

Adat pernikahan Aceh merupakah salah satu prosesi pernikahan yang ada di Indonesia. Adapun ketentuan-ketentuan dalam upacara adat pernikahan aceh ini. Melalui kesempatan ini, saya akan berbagi dengan anda mengenai adat pernikahan aceh.

Di Adat Pernikahan Aceh, proses melamar seorang gadis akan dilakukan oleh seorang yang dianggap bijak oleh pihak keluarga lelaki, biasa disebut Theulangke. Theulangke akan menyelidiki status gadis tersebut, jika memang masih single, theulangke akan mencoba untuk melamar gadis tersebut.

Pada acara lamaran adat pernikahan aceh yang telah ditentukan harinya, biasanya dari pihak lelaki akan datang bersama dengan orang yang dituakan ke rumah gadis dengan membawa berbagai macam syarat seperti pineung reuk, gambe, gapu, cengkih, pisang raha, dan pakaian adat aceh. Setelah proses lamaran selesai, selanjutnya pihak wanita akan meminta waktu untuk membicarakan hal lamaran ini kepada anak gadisnya. Apakah akan diterima atau tidak lamaran pihak lelaki akan tergantung dari musyawarah keluarga pihak wanita.

Selanjutnya bila lamaran dari pihak lelaki di terima, maka akan ada beberapa prosesi yang harus dilakukan sebelum menuju acara pernikahan.

Pertunangan (Jakba Tanda)

Dalam proses ini pihak pria akan datang kembali untuk melakukan peukeong yaitu membicarakan berapa besar uang yang diminta pihak wanita (jeunamee) dan berapa banyak tamu yang akan di undang. Biasanya acara ini akan dilanjutkan dengan proses tunangan (Jakba Tanda). Dalam acara ini pihak pria akan mengantarkan berbagai macam makanan khas Aceh, buleukat kuneeng dengan tumphou, serta berbagai macam buah-buahan, dan juga tanda emas sesuai kemampuan pria.

Jika ikatan pertunangan ini putus ditengah jalan disebabkan oleh pihak pria, maka tanda emas akan dianggap hilang, tetapi apabila putusnya pertunangan ini diakibatkan dari pihak wanita, maka pihak wanita harus dikembalikan sebesar dua kali lipat

Persiapan Menjelang Perkawinan

Dalam adat pernikahan Aceh, menjelang acara perkawinan, masyarakan setempat akan mulai bergotong royong membantu mempersiapkan alat-alat apa saja yang akan digunakan di acara perkawinan. Dari pihak wanita ada beberapa ritual yang harus dijalankan dengan tujuan pernikahan akan berlangsung dengan baik. Ada beberapa proses ritual yang biasa di lakukan, antara lain sebagai berikut

Tradisi Potong Gigi – Gohgigu

Tradisi ini bertujuan agar gigi sang calon pengantin terlihat kuat. Untuk itu akan digunakan tempurung batok kelapa yang dibakar sampai mengeluarkan cariran hitam, lalu cairan hitam yang keluar dari batok tersebut ditempelkan pada bagian gigi.

Upacara kruet andam

Dalam adat pernikahan Aceh, kruet andam adalah ritual perawatan tubuh yang biasa ditujukan untuk kebersihan kulit. Biasanya ritual dilakukan dengan cara mengerit anak rambut atau bulu-bulu halus yang tumbuh agar tampak lebih bersih. Setelah kruet andam dilakukan, dilanjutkan dengan pemakaian daun pacar (bohgaca). Daun pacar digunakan untuk menghiasi kedua tangan calon mempelai.

Upacara Doa

Dalam adat pernikahan aceh Pembacaan doa atau pengajian dan khataman AlQuran dilakukan oleh calon mempelai wanita dalam adat pernikahan aceh, yang bertujuan agar pernikahan dapat dilangsungan dengan baik dan memohon berkat agar dikemudian hari kehidupan rumah tangga dapat berjalan sesuai dengan kehendak Allah.

Acara siraman (seumano pucok)

Pada acara siraman adat pernikahan Aceh ini, Calon Dara Baro (CDB) akan dikelilingi oleh beberapa orang ibu yang mengelilingi sambil menari dan membacakan syair. Maksud dari ritual ini adalah memberikan nasihat kepada CBD agar dapat menjadi seorang istri yang baik dan membantu suami membina rumah tangga bersama. Pada acara ini CDB akan dipangku oleh nye’wanya atau saudara perempuan. Siraman dilakukan oleh beberapa anggota keluarga yang telah dituakan.

Upacara Akad Nikah

Sebelum menjemput CDB, mempelai pria atau disebut dengan calon linto baro (CLB) akan meminta ijin kepada orangtua untuk meminta doa restu. Kemudian CLB beserta rombongan akan pergi menjemput CDB dengan membawa seperangkat mas kawin yang telah diminta CDB sebelumnya dan seperangkat alat solat.

Dalam adat pernikahan Aceh, sementara CLB melaksanakan ijab Kabul, CDB hanya diperbolehkan menunggu dikamarnya. Kedatangan CLB akan disambut oleh orangtua dan kerabat dekat dari calon mempelai wanita. Setelah ijab kabul selesai dilaksanakan, keluarga CLB akan menyerahkan jeunamee yaitu mas kawin yang telah diminta sebelumnya. Setelah itu dilakukan acara menjamu besan dan acara suap-suapan antara mempelai wanita dan pria yang sering disebut seleunbu linto/dara baro.. Maksud dari upacara ini adalah agar kedua calon mempelai dapat saling mengisi dan bekerja sama dalam membina rumah tangga dengan baik.

Upacara Peusijeuk

Upacara ini adalah upacara memberi restu yang dilakukan oleh beberapa orang yang telah dituakan sekurang-kurangnya 5 orang yang akan melakukan upacara ini dengan cara memerciki air yang keluar dari beberapa daun dan akar tumbuhan seperti daun seunikeuk, akar naleung sambo, maneekmano, onseukee pulut, ongaca. Minimal 3 jenis daun atau akar yang dipakai untuk memerciki kedua mempelai.

Sekarang upacara adat pernikahan Aceh seperti yang telah di ulas diatas sudah jarang atau dianggap oleh sebagian orang tidak perlu dilakukan lagi, karena dikawatirkan meniru kebudayaan Hindu. Tetapi bagi sebagian masyarakat terutama ureungchik (sesepuh), upacara atau ritual perkawinan diatas masih harus dilaksanakan. Dilaksanakan atau tidaknya ritual ada pernikahan Aceh, semua dikembalikan lagi kepada kedua belah pihak keluarga baik keluarga pihak wanita dan pria.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: